beli drumband, beli marchingband

Berkunjung Ke Tempat Pembuatan Alat Drumband Fiksi 1

Pak Yadi adalah pemilik usaha produksi alat drumband dan marchingband disebuah desa Aman Makmur. Lokasinya jauh dari pusat kota dan hiruk pikuk kemacetan lalulintas. Diwilayahnya, pak Yadi dikenal sebagai pengrajin drumband yang berhati dermawan, beliau sering memberi bantuan kepada warga tidak mampu didesa itu.

Jauh dari sana, disebuah kota yang penuh dengan kebisingan dan kemacetan adalah Budi seoarang bocah anak SD yang hamper masuk SMP. Kakaknya merupakan siswa SMA teladan di kota tersebut yang merupakan seorang mayoret terkenal. Seorang adiknya masih duduk dibangku sekolah Tk yang tahun ini akan lulus dan masuk SD juga.

Disekolah Budi setiap hari Senin dan Kamis diadakan ekstra marchingband, tentu Budi sendiri tidak ketinggalan mengikuti kegiatan tersebut. Budi adalah pemain alat drumband yang sangat lincah, ia mahir memainkan berbagai perkusi dan brass. Kemampuan itu didapat dari keluarganya yang notabene merupakan keluarga pecinta music.

pembuat alat drumbandPada liburan yang akan datang dua minggu lagi, sekolah Budi akan mengadakan kunjungan kesebuah produksi alat drumband yang letakanya jauh dari kota, lokasi yang dituju nanti akan kita ketahui adalah tempat pengrajin drumband pak Yadi. Kegiatan itu untuk mendukung pelajaran ekstra yang dilaksanakan setiap 1 minggu dua kali. Disamping itu Budi dan kawan-kawan dapat mengetahui bagaimana sebuah alat drumband atau marchingband itu dibuat langsung.

Satu minggu menjelang dilaksanakan kegiatan kunjungan tersebut, Budi dan kawan-kawan sudah tidak sabar lagi. Dirumahnya Ia sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan kelak dalam perjalanan tersebut.

“Ayah, boleh tidak Budi meminjam kamera ayah yang di almari itu?” Tanya Budi kepada ayahnya yang sedang sibuk didepan laptop.

“Buat apa Bud? Kok tumben kamu mau main kamera, apakah tau cara menggunakannya?” Jawab si ayah.

“Begini yah, besok hari Minggu sekolah Budi mau ada acara kunjungan ke tempat pembuatan alat drumband dan marchingband di sebuah desa, Jadi boleh ya yah ya?” Rengek Budi. Sambil terus berbicara dengan penuh semangat dan meyakinkan ayahnya bahwa iya dapat menggunakan kamera tersebut dengan baik dan benar.

“Nanti Budi akan mengambil foto dan video pembuatan alat drumband dari awal sampai akhir yah, biar Budi tahu bagaimana caranya membuat snare drum, bass drum dan tenor drum”. Jelas Budi meyakinkan ayahnya lagi sebelum sempat ayahnya menimpali. “Di sana itu katanya pengrajin drumband terkenal lho yah”.”Kata kakak Pembina disekolah yang memesan alat drumband disana itu dari seluruh Indonesia karena katanya alat-alatnya paling bagus”. Omel Budi lagi tanpa memberi kesempatan kepada ayahnya untuk menjawab.

Tanpa basa basi ayah Budi lantas menjawab, “okelah”. Singkat, namun membuat Budi langsung melonjak-lonjak kegirangan.

“Besok kalau Budi berhasil mengambil video cara membuatnya di pengrajin drumband itu, Budi minta dibelikan bahan-bahannya untuk bikin sendiri ya yah?” teriak Budi sambil berlari keluar rumah. Ternyata diluar sudah berkumpul teman-temannya sambil menaiki sepeda kesayangan masing-masing. Ayah Budi yang ternyata namanya pak Burhan hanya mengelengkan kepala sambil melanjutkan kerjaannya.

Pak Burhan kemudian iseng browsing untuk mencari pengrajin drumband disebuah desa sebagaimana yang diceritakan Budi tadi. Benar saja, Pak Burhan berhasil menemukan website pengrajin alat marchingband tersebut. Alamatnya di Jambu RT.05, Rawa Bolong, Kelengkeng.

Lama pak Burhan menjelajahi dan membuka setiap halaman website itu hingga tahu apa saja isinya, seperti produk yang dibuat dan sampai dimana saja layanan penjualannya. Ia pun tersenyum sendiri sambil manggut-manggut entah apa yang dipikirkan tak seorang pun yang tahu.

Di tempat pak Yadi, pengrajin drumband yang akan dikunjungi sekolah Budi itu saat ini ternyata sibuk membahas masalah kedatangan sekolah dari kota minggu depan. Bu Yadi sendiri sudah mulai membicarakan mengenai apa yang patut untuk disuguhkan kepada tamu tak diundang yang jumlahnya tentu tidak sedikit itu. Maklumlah didesa itu masih kental rasa saling hormat menghormati, apalagi menghormati tamu dari kota.

Dari dapur terdengar sayup-sayup suara pak Yadi sedang berbicara dengan salah satu karyawan yang sedang membuat alat marchingband.

“Besok kamu ajak teman-temanmu membersihkan tempat sekitar rumah dan kebun, jangan sampai terlihat kumuh. Kasihan mereka jauh dari kota, lagian masih ada anak-anaknya”. Ucap pak Yadi kepada Pak Klimin bernada memerintah.

“Baik pak, nanti sore selepas kami menyelesaikan pesanan alat drumband Tk dan alat semi marchingband SMP ini akan kami bereskan”. Pak klimin menjawab dengan gestur patuh.

DI ruang tamu ternyata suda ada seorang wanita dan seorang pria yang usianya masih muda sedang mendengarkan penjelasan Bu Marni, salah seorang karyawan Pak Yadi yang tugasnya menerima pembeli perlengkapan drumband yang datang langsung.

“ Mbak dan Mas ini pelatih drumband ya?” Begitu kiranya kalimat yang sedikit terdengar di telinga pak Yadi dari jauh.

“Mudah-mudahan deal”. Harap pak Yadi dalam hati. Seolah sudah tahu kalau orang yang datang itu mau membeli alat drumband ditempatnya.

“Begitulah bu, dulu sewaktu kami masih aktif di marchingband kampus, kami adalah sepasang pelatih yang kesana kemari memberi pelatihan”. Jawab tamu yang masih terdengar ditelinga pak Yadi.

“Kami dulu juga sering mencarikan kebutuhan alat marchingband disekolah-sekolah yang kami latih bu, bahkan pernah kesini juga. Tapi waktu itu mungkin ibu belum kerja disini.”

Mendengar jawaban tamu seperti itu pak Yadi semakin menajamkan telinganya.

“Oh begitu ya mas”. Bu Marni menaggapi sambil manggut-manggut. “Lantas sejak kapan kalian menjadi tenaga sensus penduduk ini?” Tanya bu Marni.

“Sejak kami lulus kuliah, saya sendiri kemudian bekerja disalah satu dinas pemerintah sebagai tenaga honorer bu, mau nglatih lagi sepertinya sudah kalah sama yang lebih muda.”

Mendengar jawaban tamu itu, pak Yadi kelihatan agak kecewa kemudian bergegas meninggalkan ruangan produksi dan menuju dapur menemui istrinya.

“Ternyata tukang sensus to, saya kira mau order alat drumband atau apa”. Gumam pak Yadi yang didengar istrinya.

“Owalah pak-pak, kamu itu kok kebangetan punya usaha produksi drumband setiap da orang yang datang dikira mau beli alat drumband” Timpal istri pak Yadi sambil memasak.

Belakangan memang tempat pemesanan alat drumband pak Yadi sering kedatangan tamu dari kota bahkan luar propinsi. Dari sekolah-sekolah langsung banyak yang memesan alat drumband dan marchingband langsung ketempatnya. Jadi wajarkan sekiranya pak Yadi memiliki anggapan seperti itu kepada setiap orang yang datang.

Melihat rumah pak yadi dari sisi luar memang kelihatan berbeda dari rumah lainnya di kampung itu. Sedikit terlihat seperti rumah namun juga terlihat seperti pabrik. Dibagian pintu masuk pekarangan terpampang tulisan Pengrajin drumband dan Marchingband, Jual alat drumband paling murah di kampung ini. Jelaslah, paling murah sekaligus paling mahal dikampung itu karena hanya satu pengrajin alat drumband yang ada.

« Gambar dan Spesifikasi Marchingband HTS Penjual Pakaian Drumband Unik dari Kampung, Fiksi 2 »
Produsen Alat Marchingband TK SD SMP SMA

Duta Marching Yogyakarta adalah produsen alat marchingband, tempat pemesanan peralatan dan perlengkapan marchingband terpercaya di Indonesia. Alat marchingband yang kami…

Desain Baju Drumband Terbaru Katalog 2020

Buat seragam drumband dengan desain baju drumband terbaru di Duta Marching katalog 2020, tempat pesan seragam marchingband harga konfeksi di…

Harga Drumband SD Termurah

Beli 1 unit alat drumband SD atau MI harga termurah bulan di Duta Marching sekarang dan dapatkan diskonnya. Tersedia empat…

Jual Sepatu Drumband Harga Terbaru

Beli sepatu drumband TK SD SMP SMA untuk pasukan, mayoret penari harga terbaru bulan di toko online Duta Marching ≈…

Menentukan Topi Drumband dan Topi Mayoret Terbagus

Penentuan topi mayoret terbagus akan segera diselenggarakan dalam sebuah acara perlombaan yang diikuti hampir semua sekolah di Kecamatan Rawabulan. Setelah…

Berkunjung Ke Tempat Pembuatan Alat Drumband Fiksi 1

Pak Yadi adalah pemilik usaha produksi alat drumband dan marchingband disebuah desa Aman Makmur. Lokasinya jauh dari pusat kota dan…