beli drumband, beli marchingband

Fiksi 3: Menyaksikan Pentas Drumband di Lapangan

Pada suatu hari Arman dan Yuda pergi ke lapangan sebuah kecamatan untuk menyaksikan pentas drumband. Mereka berjalan dengan terburu-buru menyusuri jalanan setapak di pinggir dusun sampai terengah-engah. Takut kalau permainan alat drumband yang sangat mereka gemari telah berakhir. Teman-teman Arman dan Yuda ternyata juga berlari menyusul dibelakang mereka, ada Andi dan Wawan. Mereka berempat memang sangat menyukai permainan alat musik drumband dan termasuk anggota grup marchingband disekolah.

Mereka ternyata juga memiliki koleksi seragam drumband yang bagus-bagus dirumahnya. Arman sebagai seorang mayoret pria atau mayor juga barusaja dibelikan sepatu mayoret pria dari bahan kulit oleh ayahnya.

Berbeda dengan Arman, Andi merupakan seorang pemain bass drum yang terkenal dikampungnya. Dengan postur tubuh yang bongsor pantas saja jika dia didapuk pemegang alat bass drum disekolahnya. Dirumah Andi berjajar berbagai ukuran bass mulai dari 13 inc sampai 26 inc. Usianya baru anak SMP tapi badannya seperti anak usia 20 tahun.

pementasan drumband

Sementara Yuda dan Wawan tak kalah dengan teman-temannya, sebagai anak-anak SMP satu sekolah yang sama mereka juga memiliki koleksi alat drumband dan marchingband dirumahnya. Yuda baru saja membeli sanre drumband dan snare semi marchingband. Sedangkan Wawan beberapa minggu yang lalu baru saja memesan snare drum hts ukuran 14 inc untuk anak usia SMA. Dirumah mereka, juga tersedia koleksi kostum drumband beraneka warna.

Setelah berlari-lari selama 30 menit sampailah mereka dilapangan kecamatan tempat dilangsungkannya pertunjukkan marchingband tersebut. Disana telah berlangsung satu perform dari sebuah sekolah menengah pertama salah satu di desanya. “Wah! Bagus sekali seragam marchingband yang dikenakan anak-anak ini”, gumam Arman. “Topi drumband yang dikenakan juga bagus-bagus, dipesan disaudaramu ya Wan? kelakar Arman kepada Wawan.

Penonton bersorak menyaksikan perform dari grup pasukan drumband tersebut. “Seragam mayoret wanita anak itu sangat cantik, yang pria juga gagah”, ucap salah seorang penonton.

Andi dan Wawan juga mengakui bahwa baju drumband yang dikenakan pasukan marchingband tersebut sangat bagus. “ Wan! Menurutku mereka menggunakan seragam drumband dengan desain baju terbaru, karena selama ini belum pernah melihat model yang seperti ini”, ungkap Andi dengan nada bertanya kepada Wawan. “Aku juga berpikir demikian Ndi, aku belum pernah melihat pola baju drumband unik seperti itu”, jawab Wawan.

Dari samping kanan Yuda menimpali percakapan teman-temannya, “kalau menurutku seragam drumband yang dikenakan menggunakan pola desain baju lama, hanya diganti dengan warna kekinian, lihatlah bukankah itu tidak beda jauh dengan milikku dirumah yang baru saja aku beli seminggu yang lalu.”

Kemudian beberapa saat tampil pasukan dari sekolah yang kedua, kali ini terdiri dari dua mayoret putri yang menggunakan kostum mayoret merah putih kombinasi biru. Anggotanya berjumlah 30 anak yang terbagi menjadi 6 anak pemegang snare drum, 4 anak memainkan marching bell, 4 anak memainkan bass drum. Pemain kuartom 2 anak, cymbal 2 anak kemudian sisanya merupakan pemegang bendera atau colorguard.

Pada penampilan yang kedua ini ternyata mereka memainkan alat marchingband hts, terlihat dari alat snare drumnya yang tidak biasa menggunakan double ring alumunium. “Ya.. meskipun tidak lengkap tapi lumayanlah dari pada penampil yang pertama”, ucap Arman.

Didesa tempat tinggal anak-anak tersebut merupakan sentra pengrajin drumband dan konveksi kostum drumband yang sudah terkenal se Indonesia. Pembuatan alat drumband merupakan home industri turun temurun dari leluhur mereka. Banyak pembeli dari luar propinsi yang dating langsung untuk membeli alat marchingband maupun seragam marchingband. Karena mereka meyakini kalau membeli langsung ketempat produksinya tentu harganya lebih murah.

Bahkan saudara sepupu Wawan merupakan pembuat topi drumband yang telah memiliki banyak karyawan. Ditempat saudaranya inilah dulu wawan mulai tertarik tentang dunia marchingband yang kemudian bersambut disekolah tiba-tiba mendapat hibah alat musik drumband dari sebuah pabrik rokok terkenal.

Ditempat saudaranya, Wawan sering membantu membuat topi darumband untuk pasukan, topi mayoret dan topi penari colorguard. Wawan sendiri pernah membuat topi pasukan drumband untuk teman-temannya disekolah.

Tanpa terasa sudah lebih dari lima sekolah yang tampil, kini giliran sekolah terkahir yang menunjukkan kebolehannya dihadapan penonton. Arman dan kawan-kawannya semakin asik menyaksikan keindahan pertunjukan tersebut. Terlebih lagi Andi, kali ini ia tampak tercengang menyaksikan seragam drumband yang dikenakan anak-anak pementas itu. “Lihat kawan-kawan, sebulan yang lalu pelatih drumband dari sekolah ini dating kerumah tetanggaku untuk memesan kostum marchingband. Ternyata ini to seragam yang dipesan. Bagus sekali modelnya, pasti ini baju drumband terbaru yang didesain sendiri tetanggaku.” Teriak Andi.

Rumah Andi memang bersebelahan dengan tempat membuat seragam drumband untuk anak Tk Sd, Smp dan Sma. Dapat dikatakan sebagai konveksi seragam marchingband sebab hanya khusus memproduksi dan menerima pesanan seragam marchingband saja.

Masih menurut Andi, bahwa disana memiliki desainer yang khusus untuk membuat pola-pola baju drumband terbaru sehingga konsumen dibuat puas kalau melakukan pemesanan disana. Pemesanan juga bias dilakukan secara online karena melayani seluruh Indonesia. Terang Andi kepada kawan-kawannya meskipunn tak satupun yang kelihatan mendengarkan.

Heh, Andi kalau solah tempat produksi, disebelah rumahku juga pengrajin drumband jadi kalau kamu pingin membeli alat drumband bias pesan lewat aku, nanti saya kasih harga berbeda deh dari sana”. Balas Yuda. “Iya berbeda dan pasti lebih mahal kan?”, timpal Andi. “Ha ha ha “. Semua tertawa.

Disamping rumah Yuda memang terdapat pengrajin drumband dan marchingband yang khusus melayani pemesanan secara pre order. Artinya kita baru bias membeli setelah memesan, tidak ada barang yang sudah jadi. Shingga yang kita inginkan sesuai dengan ekspektasi. Dan tentu tidak akan mengecewakan para pembeli karena yang dinikin adalah apa yang diminta.

Hari semakin petang, tanpa terasa penonton sudah mulai meninggalkan lapangan karena kelihatannya sudah tidak ada lagi sekolah yang akan melakukan pementasan drum band. Kemudian keempat anak-anak tersebut ikut berhambur meninggalkan lapangan Bersama penonton yang lain. Mereka bercanda sambal berlari pulang. Sesekali menyusuri jalanan becek dipinggir sungai, sekali waktu melwati pematang sawah yang padinya sudah mulai menghijau, sehijau kostum drumband salah satu sekolah dilapangan tadi.

 

« Penjual Pakaian Drumband Unik dari Kampung, Fiksi 2 Beli Seragam Mayoret Terbaru Dapatnya 1 »
Produsen Alat Drumband TK SD SMP SMA

Produsen alat drumband Duta Marching adalah tempat membeli peralatan dan perlengkapan drumband untuk anak TK, SD, SMP dan SMA di…

Topi Drumband Marchingband Desain 1

Topi drumband terbaik harga murah langsung pengrajin topi marchingband no 1, desain untuk pasukan, mayoret dan penari colorguard. Toko online…

Harga Alat Semi Marchingband TK

Harga alat marchingband TK murah langsung pengrajin Yogyakarta Duta Marching. Paket alat semi marchingband usia taman kanak-kanak dan paud bonus…

Jual Seragam Drumband Terbaru

Jual seragam drumband Tk, Sd, Smp dan Smu desain terbaru harga murah dari produsen kostum marchingband Yogyakarta ∼ Duta Marching.…

Beli Seragam Mayoret Terbaru Dapatnya 1

Demi mendapatkan seragam mayoret permintaan anaknya, Pak Wardoyo pergi seharian berkeliling di seluruh kota. Setiap toko dia datangi namun tidak…

Harga Drumband 2 Toko Bikin Bingung

“Ini sudah satu paket lengkap pak, siap dimainkan” Dedi meyakinkan kepada seorang pembeli yang datang membawa lembaran kertas berisi lis…