beli drumband, beli marchingband

Penjual Pakaian Drumband Unik dari Kampung, Fiksi 2

Cerita tentang penjual pakaian drumband unik – Hari itu hari Selasa, matahari pagi cerah menyapa dunia muncul sebuah puncak bukit hijau yang menjulang di timur desa. Pak Marko sudah mandi dan sedang makan pagi Bersama istrinya di sebuah rumah sederhana dipinggir sawah.

“Bu ! hari ini aku akan ke propinsi, disana ada pertemuan guru-guru semua sekolah di kota kita ini, siapa tahu rejeki kita ada disana.” Marko memulai percakapan dengan istrinya yang sibuk mengunyah makanan. “Mau menawarkan seragam drumband, pak?” Tanya bu Minah kepada pak Marko. “Apa lagi to bu, kan bapak ini penjual seragam marchingband yang sudah terkenal sejagad raya, masak mau menawarkan lontong sayur bikinan ibu?” balas Pak Marko bercanda. “Iya, iya gitu saja kok bawa-bawa lontong sayur ke propinsi, mana laku.” Bu Minah mengalah.

Sebagai penjual seragam drumband, pak Marko memang sering memanfaatkan acara seperti ketika ada pertemuan guru-guru dari sekolah di kotanya. Dirumah Pak Marko yang sederhana itu, disebelahnya berdiri sebuah bangunan yang tidak lebih bagus. Ternyata dibangunan itu ada beberapa karyawan Pak Marko yang telah bersiap untuk melaksanakan tugas masing-masing. Pak Marko merupakan pemilik usaha konveksi seragam drumband yang telah iya bangun bersama istrinya sejak beberapa tahun lalu.

penjual pakaian drumband

Ditempat itu pak Marko dibantu lima orang penjahit spesialis pakaian marchingband berpengalaman yang selama ini ikut menggulirkan roda produksi perusahaan Marko Jaya. Konveksi seragam drumband pak Marko mampu mengerjakan beberpa puluh stel kostum drumband dalam seharinya. Menurut pak Marko para pembeli banyak datang dari seluruh penjuru negeri ini. Beliau mengungkapakan ketika kami sempat berbincang-bincang saat ada pertunjukan drumband di lapangan kecamatan beberapa minggu yang lalu.

Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, pak Marko sang juragan konveksi sekaligus penjual seragam drumband kocak segera meninggalkan rumah menuju alun-alun propinsi. Tak lupa dia membawa tas besar yang berisi berbagai macam barang yang jika anda melihat mungkin akan tersenyum sendiri. Suatu ketika saya pernah membuka tas pak Marko tentu atas ijin beliau ya, isinya ada nota, cap, potongan kain yang tidak beda jauh dengan sampah. Yang lebih mengelikan adalah disetiap nota itu telah ditulis nama kepala sekolah dan nama sekolah yang baru akan ditemui, namun seolah-olah telah melakukan pembelian baju marchingband. Yah, itulah Marko. Namun disisi lain, ternyata banyak orang yang menyukai beliau.

Pak Marko sudah sampai di lapangan propinsi, diparkiran Ia menata diri seperti pemuda yang mau apel. Sejenak ada seorang guru melintas disampingnya. Tanpa malu dan pikir panjang pak Marko langsung memberi sapaan yang membuat guru tersebut kaget.” Seragam drumband pak, harganya murah loh, kualitas dijamin number one”.

Guru itu berhenti sambal terheran-heran, “apa pak?” Tanya guru itu kepada pak Marko. “Tadi bapak bilang seragam drumband kepada saya?” Guru balik bertanya.

“Iya pak, barangkali disekolah bapak sedang ingin membeli seragam drumband, saya ini memiliki konveksi sendiri jadi kalau mau beli ditempat saya saja pak”. Jelas pak Marko kedengaran menjengkelkan tapi kalau berhadapan ternyata tidak.

“Sebenarnya iya sih pak, tapi saya belum koordinasi dengan pelatihnya.” Jawab pak Guru itu. Bernada senang namun ada indikasi akan menghindar. Pak Marko menyadari gelagat ini, lalu berkata “kalau tidak salah bapak ini kepala di SMP 2 ya? kebutuhan kostum marchingbandnya sekitar 50 stel dan 2 mayoret putri, soalnya siswa bapak banyak kan pak?” tembak Marko.

“Dari mana anda tahu pak? Kan kita belum pernah bertemu?” guru itu bengong.

Pak Marko si penjual seragam drumband tidak menjawab, malah langsung menerangkan angka-angka yang bikin emosi orang.

“Jadi gini pak, kalau bapak order 50 stel seragam marchingband dan 2 kostum mayoret wanita harganya segini. Nanti tak kasih diskon segini pak, bagaimana murah kan? Sambil menunjukkan nota yang sudah lengkap dengan nama dan rincian pembelian yang belum tentu ujungnya itu.

“Dari mana anda tahu nama saya Budiman? Budiman itu wakil kepala sekolah saya pak. Saya Karman”. Jelas guru itu yang ternyata bernama Karman. “Kalau saya piker-pikir memang demikian kira-kira kebutuham seragam drumband disekolah kami.” Pak Karman tertawa sambal sedikit membentak.

“Tapi maaf pak ya, sebenarnya pak Budiman sudah ada pembicaraan dengan penjual kostum drumband lewat telpon, jadi tidak pas kalau saya langsung memutuskan.” Pak Karman menerangkan.

“Begini saja, nanti saya hubungi pak Budiman, Sekarang saya minta nomor hp bapak saja biar bias saya hubungi.” Tambah pak Karman.

“Oh, begitu ya pak, ini nomor hp saya, kalau nomor hp pak Budiman sudah saya simpan, nama saya Marko”. Sambil menyodorkan kartu nama pak Marko berbicara kesana kemari mengenai produksi kostum marchingband miliknya.

Acara dilapangan itu sangat ramai, banyak guru-guru yang menhadiri upacara adat yang diselenggarakan oleh Pak Gubernur. Disela-sela acara tersebut juga diadakan pementasan marchingband dari salah satu sekolah yang memiliki peringkat terbaik tingkat propinsi. Pak Marko mendekat saat pementasan dimulai, dadanya berdegup. Senyumnya terlihat mengembang penuh kepuasan dan rasa bangga. Ternyata kostum drumband yang dikenakan anak-anak itu hasil produksi dari konveksinya.

Pak Marko lantas menghampiri seorang Guru yang sedang berbincang-bincang di tepi lapangan. Dengan sopan dan penampilan yang dibuat sebaik mungkin pak Marko menyalami dan mengajak berbincang. Yang ujungnya pasti sudah kita ketahui kalau ingin menawarkan seragam drumband.

“Permisi bapak-bapak, mohon maaf ijinkan saya menawarkan seragam drumband untuk siswanya”. Sapa pak Marko. “Sebelumnya perkenalakan saya Marko”.

“Mari silahkan pak, sambil duduk saja biar enak. Perkara kami mau beli atau tidak itukan berhubungan rejeki seseorang yang sudah diatur Alloh.” Jawab salah seorang guru.

Kali ini Pak Marko medapat tandingan ternyata, sambal mendekat dan duduk pak Marko memulai penawarannya. Sambil sesekali menyaksikan pementasan marchingband yang masih berlangsung di tengah lapangan. Tidak lupa Pak Marko menunjukkan contoh baju drumband yang sudah disiapkan didalam tasnya.

“Sekolah saya sebenarnya ingin membeli seragam drumband pak, kebutuhannya sekitar 60 stel lengkap. Tadi sebelum kesini saya sudah berbincang dengan pelatih yang intinya kalau bisa belinya langsung di penjahitnya.” Ungkap seorang guru.

« Berkunjung Ke Tempat Pembuatan Alat Drumband Fiksi 1 Fiksi 3: Menyaksikan Pentas Drumband di Lapangan »
Konfeksi Seragam Drumband Duta Marching

Konfeksi seragam drumband Duta Marching jual baju drumband pasukan, penari dan mayoret. Menerima pesanan kostum marchingband •TK •SD •SMP •SMA…

Desain Baju Drumband Terbaru Katalog 2020

Buat seragam drumband dengan desain baju drumband terbaru di Duta Marching katalog 2020, tempat pesan seragam marchingband harga konfeksi di…

Harga Drumband SMP

Harga drumband SMP tersedia paket “hemat “ekonomis “komplet dan “jumbo. Membeli berarti anda setuju dengan kualitas terbaik dan memuaskan. Beli…

Jual Sepatu Drumband Harga Terbaru

Beli sepatu drumband TK SD SMP SMA untuk pasukan, mayoret penari harga terbaru bulan di toko online Duta Marching ≈…

Menentukan Topi Drumband dan Topi Mayoret Terbagus

Penentuan topi mayoret terbagus akan segera diselenggarakan dalam sebuah acara perlombaan yang diikuti hampir semua sekolah di Kecamatan Rawabulan. Setelah…

Debat Demi Warna Sepatu Drumband F-5

Sepatu drumband memang spesial bagi anggota sebuah grup drumband baik itu yang pasukan maupun mayoret dan penarinya. Tak jarang anak-anak…